
Malang – Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pendampingan Kurasi Mandiri Bacaan Sastra Siswa bagi Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Wachid Hasyim Kota Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Februari 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memilih bahan bacaan sastra yang tepat serta mengembangkan metode pembelajaran sastra yang lebih inovatif.
Tim pengabdi terdiri atas Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd., Dr. Ahmad Tabrani, M.Pd., dan Khoirul Muttaqin, S.S., M.Hum. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya guru yang merasa kesulitan memahami kebijakan “sastra masuk kurikulum”, keterbatasan referensi bacaan sastra yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta minimnya pendampingan dalam pengembangan pembelajaran sastra di sekolah.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa pendampingan ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung. “Guru didampingi mulai dari pemetaan kebutuhan, pengenalan prinsip kurasi bacaan sastra, hingga penerapan hasil kurasi dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),” ujarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi pengisian kuesioner awal (pre-test), penyampaian materi, diskusi, demonstrasi penyusunan RPP, penugasan, serta evaluasi bersama melalui post-test. Peserta kegiatan terdiri atas empat guru Bahasa Indonesia dengan rentang usia 25–50 tahun dan pengalaman mengajar antara 2 hingga 17 tahun.
Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang positif. Para guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kurasi bacaan sastra dan penggunaan metode pembelajaran yang variatif. RPP yang dihasilkan menjadi lebih sistematis, relevan dengan kurikulum, serta mampu mengintegrasikan bacaan sastra yang menarik bagi siswa. Guru juga semakin percaya diri dalam memilih bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik.
Selain itu, antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam diskusi dan kesediaan mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Beberapa guru juga mengusulkan agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dan didukung dengan platform berbagi bahan bacaan hasil kurasi.
Dampak kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga berimplikasi pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan bahan bacaan yang lebih tepat dan metode pembelajaran yang kreatif, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk membaca, berpikir kritis, serta mengapresiasi karya sastra.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap dapat memperkuat budaya literasi sastra di sekolah sekaligus menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi di sekolah lain. Ke depan, hasil kegiatan juga direncanakan untuk dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah dan pemberitaan di media online sebagai bagian dari luaran pengabdian kepada masyarakat.
