Malang — Setiap kelulusan menyimpan cerita tentang perjuangan, doa, pengorbanan, dan harapan. Di balik toga yang kelak dikenakan, ada perjalanan panjang mahasiswa dalam menuntaskan studi, dukungan orang tua yang tidak pernah putus, serta bimbingan dosen yang mengantarkan mereka menuju gerbang masa depan.
Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Tasyakuran dan Pelepasan Calon Wisudawan FKIP Universitas Islam Malang (UNISMA) Semester Gasal Tahun Akademik 2026–2027, yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Hall Oesman Mansur, Gedung Al Hanafi lantai 3. Sebanyak 82 calon wisudawan mengikuti kegiatan yang menjadi momentum syukur sekaligus refleksi atas perjalanan akademik mereka.
Bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISMA, kegiatan ini bukan sekadar seremoni menjelang wisuda. Lebih dari itu, pelepasan calon wisudawan menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada capaian indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga pada kesiapan lulusan untuk mengamalkan ilmu, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan Dekan: Kelulusan Adalah Awal Pengabdian
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UNISMA, Dr. Hamiddin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para calon wisudawan yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan. Perjalanan akademik yang mereka lalui merupakan proses pembentukan kompetensi, kedewasaan, dan tanggung jawab yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Kelulusan, dalam perspektif ini, bukanlah garis akhir. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan menghadapi tantangan yang sesungguhnya: bagaimana mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kemampuan diri, dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Sebagai calon pendidik, lulusan FKIP memiliki tanggung jawab yang lebih luas. Mereka tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi teladan, menumbuhkan karakter peserta didik, serta menciptakan proses pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat FKIP UNISMA untuk melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan.
Pesan Rektor: Terus Belajar dan Memberi Manfaat
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., memberikan pesan positif agar para lulusan senantiasa menjaga semangat belajar, mengembangkan kompetensi, dan membawa nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan ini relevan dengan tantangan masa kini. Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, dan dinamika sosial menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Gelar akademik merupakan pencapaian penting, tetapi kemauan untuk terus belajar dan kemampuan memberikan solusi bagi persoalan di sekitar merupakan modal yang tidak kalah berharga.
Bagi lulusan FKIP, tantangan tersebut semakin nyata. Dunia pendidikan membutuhkan generasi pendidik yang tidak hanya menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu berinovasi, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta membangun hubungan pembelajaran yang bermakna.
Dengan bekal akademik dan nilai-nilai yang telah diperoleh di UNISMA, para calon wisudawan diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Empat Mahasiswa Menorehkan Prestasi Akademik
Kebahagiaan dalam kegiatan tersebut semakin lengkap dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi dan kerja keras mahasiswa dalam mencapai hasil akademik terbaik.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
Weni Wihayningrum
IPK 3,99
Hanun Shafiyatudz Zakiyyah
IPK 3,99
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Nafrisa Dafa Sal Sabila
IPK 3,88
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
Ahmad Nawwal Samhan Abu Aushoth
IPK 3,92

Capaian Weni Wihayningrum dan Hanun Shafiyatudz Zakiyyah dengan IPK 3,99 menjadi prestasi yang membanggakan bagi Program Studi Pendidikan Matematika. Sementara itu, Nafrisa Dafa Sal Sabila dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia meraih IPK 3,88, dan Ahmad Nawwal Samhan Abu Aushoth dari Pendidikan Bahasa Inggris memperoleh IPK 3,92.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa ketekunan dan kedisiplinan dalam menjalani proses pembelajaran dapat menghasilkan capaian yang membanggakan. Namun, nilai akademik yang tinggi tentu akan semakin bermakna ketika disertai kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan nyata.
Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mahasiswa yang menerimanya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berproses dan mengembangkan potensi diri.
Mengapresiasi Dosen, Menguatkan Masa Depan Pendidikan
Tidak hanya mahasiswa, kegiatan ini juga memberikan penghargaan kepada dosen FKIP UNISMA yang telah menyelesaikan studi program doktor (S-3).

Apresiasi tersebut memiliki makna penting bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi. Peningkatan kualifikasi akademik dosen bukan sekadar pencapaian individual, melainkan juga investasi keilmuan yang dapat memberikan dampak bagi kualitas pembelajaran, pengembangan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dosen yang terus mengembangkan kapasitas akademiknya diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Dalam konteks FKIP, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan calon pendidik yang mampu menghadapi perubahan dunia pendidikan. Karena itu, keberhasilan dosen menyelesaikan pendidikan doktoral patut dirayakan sebagai capaian bersama.
Bukan Sekadar Perpisahan, tetapi Awal Perjalanan Baru
Suasana tasyakuran semakin bermakna melalui rangkaian acara, mulai dari pembukaan, doa bersama, sambutan pimpinan, hingga penyampaian pesan dari perwakilan calon wisudawan dan wali calon wisudawan terbaik. Pemutaran video perjalanan mahasiswa juga menjadi pengingat atas berbagai pengalaman yang telah dilalui selama menempuh pendidikan.
Ada proses belajar, perjuangan menyelesaikan tugas, dinamika perkuliahan, persahabatan, hingga dukungan keluarga yang mengiringi perjalanan menuju kelulusan. Semua itu menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih matang.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang dihasilkan atau tingginya IPK yang diraih. Keberhasilan juga tercermin dari sejauh mana para lulusannya mampu menerapkan ilmu, menjaga nilai-nilai moral, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tasyakuran dan pelepasan ini, FKIP UNISMA mengantarkan 82 calon wisudawan untuk melangkah ke babak baru kehidupan. Mereka membawa bekal pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diharapkan menjadi fondasi untuk berkarya dan berkontribusi.
Bagi para calon wisudawan, hari ini adalah momentum untuk bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Bagi FKIP UNISMA, momentum ini menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sebab, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar. Ia adalah awal dari kesempatan yang lebih luas untuk mengabdi, berkarya, dan memberi arti. Bersama melangkah menuju masa depan yang lebih baik.



