Surabaya — Kolaborasi ant perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik, dan mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Semangat kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kunjungan akademik dan benchmarking Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA) ke Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FBS UNESA tersebut diikuti oleh delapan delegasi FKIP UNISMA, terdiri atas jajaran pimpinan fakultas, pengelola Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta perwakilan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Momentum penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan FKIP UNISMA, Dr. Hamiddin, M.Pd., dan Dekan FBS UNESA, Syafi’ul Anam, Ph.D., dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi. Kesepakatan tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sinergi kedua fakultas dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan komitmen kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama akademik yang tidak berhenti pada kesepahaman formal, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
Dekan FKIP UNISMA: Benchmarking sebagai Langkah Pengembangan Mutu
Dekan FKIP UNISMA, Dr. Hamiddin, M.Pd., menyambut positif kegiatan benchmarking sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu tata kelola fakultas dan pengembangan program studi.
Menurut perspektif pengembangan kelembagaan, interaksi dengan FBS UNESA memberikan kesempatan bagi FKIP UNISMA untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta mempelajari praktik-praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Pengembangan program studi pada era transformasi pendidikan membutuhkan keterbukaan terhadap inovasi, penguatan sistem penjaminan mutu, serta kurikulum yang dirancang berdasarkan capaian pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan benchmarking diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang relevan untuk pengembangan program studi di lingkungan FKIP UNISMA.
Kerja sama dengan FBS UNESA juga dipandang sebagai peluang untuk memperluas kolaborasi dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui sinergi tersebut, kedua fakultas diharapkan dapat saling mendukung dalam meningkatkan kompetensi dosen, memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, mengembangkan penelitian bersama, dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Dekan FBS UNESA: Kolaborasi Membuka Peluang Kemajuan Bersama
Dekan FBS UNESA, Syafi’ul Anam, Ph.D., menyambut positif kunjungan akademik FKIP UNISMA sebagai momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan dan memperluas peluang kerja sama antarfakultas.
Pertemuan antara kedua institusi menjadi ruang yang konstruktif untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas program studi.
Dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi, kolaborasi menjadi salah satu modal penting untuk memperkaya perspektif dan memperluas kesempatan pengembangan akademik. Setiap institusi memiliki pengalaman dan keunggulan yang dapat dipelajari bersama untuk menghasilkan praktik pendidikan yang semakin berkualitas.
Penandatanganan MoU bidang Tridarma Perguruan Tinggi diharapkan membuka peluang bagi kedua fakultas untuk mengembangkan program bersama yang berkelanjutan. Ruang kerja sama tersebut mencakup penguatan pendidikan dan pengajaran, kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah, serta pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antara UNISMA dan UNESA, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Salah satu fokus utama kunjungan adalah benchmarking pengelolaan program studi. Diskusi diarahkan pada sejumlah isu strategis, meliputi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pelaksanaan penjaminan mutu, inovasi pembelajaran, peningkatan kinerja Tridarma Perguruan Tinggi, dan pengembangan kerja sama akademik.
Kurikulum OBE menjadi perhatian penting karena pendekatan ini menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi proses pendidikan. Implementasinya memerlukan keterpaduan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, mata kuliah, strategi pembelajaran, dan sistem asesmen.
Bagi program studi kependidikan, penerapan OBE juga perlu memastikan bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang mendukung kompetensi akademik sekaligus kemampuan pedagogis yang diperlukan dalam dunia pendidikan.
Selain itu, penjaminan mutu menjadi aspek penting dalam memastikan bahwa pengelolaan program studi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar administratif, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Pertukaran pengalaman dengan FBS UNESA diharapkan dapat memperkaya perspektif pengelola program studi FKIP UNISMA dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif, memperkuat budaya mutu, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Menguatkan Kurikulum dan Kompetensi Lulusan
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNISMA, Frida Siswiyanti, M.Pd., bersama Sekretaris Program Studi, Itznaniyah Umie Murniatie, M.Pd., turut berpartisipasi dalam kegiatan benchmarking.
Bagi program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan akademik, pengembangan kurikulum, dan strategi peningkatan kualitas lulusan.
Perkembangan literasi, pemanfaatan teknologi digital, serta perubahan kebutuhan pembelajaran menuntut program studi untuk terus mengevaluasi relevansi kurikulum. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan kebahasaan dan kesastraan yang kuat, keterampilan pedagogis, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Dalam kerangka tersebut, pertukaran pengalaman dengan FBS UNESA diharapkan dapat menjadi bahan refleksi untuk memperkuat keterhubungan antara capaian pembelajaran dan kompetensi yang dibutuhkan lulusan.



