
Malang, 24 Januari 2025 – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Islam Malang (Unisma) bekerja sama dengan Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar sebuah diskusi budaya yang melibatkan mahasiswa dan tenaga pengajar dari berbagai negara. Diskusi ini berlangsung pada hari Jumat, 24 Januari 2025, di Gedung C FKIP Unisma, dan mengundang partisipasi aktif mahasiswa dari China, Vietnam, Polandia, Uzbekistan, serta Indonesia.
Diskusi budaya ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pemahaman mengenai keberagaman budaya antarnegara, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan guru bahasa Mandarin dari China, dosen-dosen PBSI FKIP Unisma, serta pengajar dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan FKIP Unisma, yang menyambut baik kegiatan kolaboratif ini. “Diskusi budaya semacam ini sangat penting untuk membuka perspektif mahasiswa tentang budaya global, serta mempererat hubungan antarbangsa. Kami berharap acara ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, baik dalam bahasa, budaya, maupun pendidikan,” ujarnya.
Selama diskusi, peserta saling berbagi cerita mengenai tradisi, kebiasaan, serta perbedaan dan persamaan budaya di negara masing-masing. Mahasiswa China, Vietnam, Polandia, dan Uzbekistan turut menyampaikan pandangan mereka mengenai peran bahasa dalam menjaga identitas budaya, serta tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa asing.
Tidak hanya mahasiswa, para dosen yang hadir juga memberikan pandangan terkait pentingnya mempelajari budaya lintas negara sebagai upaya untuk memperkaya pembelajaran di dunia pendidikan. Salah satu dosen PBSI FKIP Unisma menambahkan bahwa diskusi ini adalah langkah nyata untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain, serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika budaya internasional.
Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk kegiatan-kegiatan kerjasama lebih lanjut antara Unisma, Unesa, dan universitas-universitas dari negara lain, yang akan memperkaya pengalaman akademik dan budaya bagi seluruh peserta.


