Akting Para PEmain Wek Wek

 “Sejauh mata memandang, sawah luas terbentang, tapi tidak sebidang tanah pun milikku. Padi aku yang tanam, juga aku yang ketam. Tapi tidak segenggam milikku. Bebek tiga puluh ekor, semuanya tukang bertelor. Tapi tidak juga sebutir adalah milikku. Badan hanya sebatang, hampir-hampir telanjang. Hanya itu saja milikku.” Itulah penggalan kata-kata Petrok yang dibawakan oleh anggota Teater Bangkit FKIP Unisma dalam Pentas Studi yang membawakan naskah Wek Wek karya Iwan Simatupang (Senin, 23/4/2018).

 Ketua Teater Bangkit FKIP Unisma, Rochmatul Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan pentas studi merupakan awal proses untuk anggota baru yang sudah dilaksanakan setiap tahunnya dan merupakan agenda rutinan teater Bangkit FKIP Unisma. Pentas ini merupakan salah satu bukti jika anggota baru selama ini telah berproses dan menghasilkan sebuah karya, serta ini juga awal untuk semua anggota berkiprah lebih tinggi dengan karya-karya yang lainya. Harapannya setelah diadakan agenda ini anggota maupun pengurus dapat bersatu menumbuhkan karya-karya berkualitas untuk kemajuan teater Bangkit FKIP Unisma. Terang Icha.

Pementasan ini menampilkan beberapa karakter yang dibawakan oleh mahasiswa FKIP yang tergabung sebagai anggota baru Teater Bangkit, mereka adalah Badruz (PBSI) sebagai Pak Lurah, Yuliati (PBSI) sebagai Ajudan Pak Lurah, Ria (PBSI) sebagai Bu Bagong , Hinda(PBSI) sebagai pembantu , Hasby (PBSI) sebagai Petrok ,  Eka (MTK) sebagai istri Petrok, Bagus (PBI) sebagai Semar. Kegiatan ini disutradarai oleh Hikam (PBSI) angkatan 2016, lighting oleh Yayan , perlengkapan dan property oleh Angga, Maksum,dan Nasa’i , musik oleh Mukrom.

Kemeriahan terlihat selama acara dan setelah acara. Setelah diadakan pentas dilanjutkan dengan sarahsehan. Sarahseha adalah sebuah jalan ataupun komunikasi antara aktor dan penonton , penonton dapat mengungkapkan segala hal di sini tambahan ataupun kekurangan yang dirasakan oleh penonton dan ini juga dapat mengembangkan serta memperbaiki pertunjukan yang sudah Kita persembahkan.

Kebersamaan Para Penonton dan Pemain

Tidak kalah pentingnya adalah makan bersama seluruh penonton, panitia maupun aktor untuk mengikatkan tali silaturrahmi dan kebersamaan yang indah penuh cerita.

Wakil Dekan III FKIP Unisma, Muhammad Yunus, M.Pd., yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus Teater Bangkit FKIP Unisma periode 2018 ini dan kepada semua actor yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Pak Yunus sekali lagi meminta kepada mereka untuk terus berkreasi dan berinovasi terlebih dalam menyambut Pekan Karya mendatang.