MALANG-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma) dikembangkan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara idealisme dan profesionalisme. Demikian diungkapkan Dekan FKIP Unisma, Dr H. Nur Fajar Arif, M.Pd, mengawali perbincangan mengenai FKIP Unisma. Idealisme dan profesionalisme tersebut diinterpretasikan oleh lulusan FKIP Unisma dengan enam karakteristik guru.

“FKIP Unisma terus berkembang seiring dengan prinsip keseimbangan antara idealism dan profesionalismeyang dibangun di Fakultas ini,” ungkap Arif.

Lebih lanjut beliau menuturkan enam karakteristik guru yang menjadi acuan adalah lulusan Unisma memiliki kemampuan meningkatkan kualifikasi akademik dalam bidang Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dalam hal ini, mereka mengacu pada standar nasional pendidikan dan tenaga kependidikan yang telah ditetapkan. Karakteristik berikutnya yang dimiliki oleh calon guru FKIP Unisma, lanjut Arif, adalah kemampuan meningkatkan profesionalisme sebagai pendidikan melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, serta pengevaluasian pembelajaran yang baik dan benar.

“Karakteristik ketiga, yaitu kemampuan meningkatkan pemahaman pedagogis. Hal ini dicapai melalui kegiatan mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan berbagai masalah pendidikan dan substansi keilmuan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika,” lanjut Arif.

Selanjutnya, menurut Arif, calon guru lulusan FKIP Unisma memiliki kemampuan mengembangkan perilaku sosial melalui kegiatan mengolah dan mendayagunakan potensi masyarakat. Caranya, ialah dengan menjalin komunikasi dan penalaran ilmiah tentang tiga bidang pelajaran yang menjadi konsentrasi mereka. Selanjutnya, ujar Arif, calon guru juga berkemampuan mengembangkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan berakhlak mulia melalui berbagai kegiatan pendidikan.

“terakhir, ialah karakteristik guru yang mampu meningkatkan komitmen kinerja melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif, dinamis, serta progresif sesuai dengan tuntutan kebutuhan siswa dan perkambangan zaman,” tegas Arif.

Untuk memertahankan karakteristik tersebut pada lulusannya, FKIP Unisma terus mengembangkan kompetensi guru melalui berbagai bentuk kegiatan. Di antaranya ialah dengan peningkatan kualifikasi akademik bagi guru yang belum menempuh pendidikan S-1, kegiatan ilmiah bagi guru dan pemerhati pendidikan melalui workshop, seminar, dan sebagainya.

Pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut, terang Arif, melibatkan jejaring alumni FKIP Unisma yang tersebar di berbagai wilayah baik lokal, regional, nasional maupun internasional.

“Untuk berbagai upaya strategis dalam peningkatan mutu, kami menopangnya dengan hibah institusi, pengabdian, dan penelitian,” tambahnya seraya menutup pembicaran.