Penampilan Drama Kecak Mahasiswa FKIP

Budaya dan seni adalah symbol eksistensi peradaban yang harus selalu dilestarikan melalui kegiatan-kegiatan yang mewadahi generasi muda berkreasi. Hal inilah yang ditangkap oleh pimpinan FKIP Unisma kenapa harus berpartisipasi dalam kegiatan Gerak Lisan Utama (Gebyar Kreativitas Lintas Ilmu dan Seni Anak Negeri untuk Prestasi Bersama) dalam rangka Dies Natalis Unisma ke-37 Selasa (27/3/2018).

Dalam kegiatan ini FKIP Unisma berpartisipasi dengan mengeluarkan Penampilan Drama Kecak perebutan Sinta dari tangan Rahwana. Sutradara drama ini Bapak Fiyan mengatakan bahwa kecak meruapakan drama yang dibawakan oleh minimal 40 orang yang banyak bermain suara kecak. Dosen muda dari Prodi PBSI ini banyak dibantu  oleh Bapak Badrih.

Personel Tokoh, Pelatih, dan WD Kemahasiswaan FKIP Unisma

Sementara itu Wakil Dekan III FKIP Unisma, Bapak Yunus mengatakan bahwa FKIP selalu tampil beda dengan fakultas-fakultas lain. jika fakultas lain lebih pada penampilan tari, FKIP berani tampil dengan Drama Kecak. Hal ini sudah dilakukan sejak tahun lalu dimana FKIP menampilkan Lagu Medley Daerah. Tegas Yunus.

Sementara itu, stand bazar FKIP menyajikan Budaya Jawa Barat yang mengangkat tema Budaya Pangan dan Musik Angklung. Budaya pangan yang dipilih adalah aneka sambal khas Sunda yang wajib dilestarikan, ditambah dengan makanan khas Sunda seperti Siomay dan Batagor.

Stand Bazar FKIP Unisma dalam kegiatan Gerak Lisan Utama II Unisma

Kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat kegigihan fungsionaris BEM FKIP dalam memobilisasi mahasiswa dan memompa motivasi mereka untuk semangat berlatih serta belajar bagaimana bermain Drama Kecak.