Untuk mengembangkan rumah sakit pendidikannya, Universitas Islam (UNISMA) Malang mengangkat Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr H Imam Suprayogo sebagai Ketua Dewan Pengembang RSI Unisma Malang. Kehadiran salah satu tokoh pendidikan yang juga militan NU itu diharapkan bisa ikut mengembangkan Rumah Sakit Islam (RSI) yang berada di bawah yayasan Unisma Malang itu.

“Prof Imam adalah salah satu kader NU yang militan, reputasi dan jaringannya banyak. Sehingga diharapkan ikut mencurahkan pemikirannya untuk ikut membangun Unisma ini,” ungkap Pembantu Rektor 3 Unisma Malang, Dr H masykuri Bakri M.Pd usai penandatanganan MoU Unisma Malang dan UIN Malang di Ruang Sidang Rektor kemarin.

Seperti diketahui, RSI Unisma Saat ini berada di bawah struktur rektorat. Dan pengembangannya terintegrasi dengan fakultas kedokteran. Tim pengembang saat ini akan segera menyusun rencana pengembangan rumah sakit menjadi rumah sakit pendidikan. Untuk itu sejumlah penataan akan dilakukan mulai dari sarana dan juga sumberdaya manusia (SDM).

“Kehadiran Prof Imam Suprayogo akan menjadi spirit baru bagi Unisma untuk mengembangkan unit usaha baru perguruan tinggi ini,” ujarnya.

Unisma berharap pengembangan rumah sakit pendidikan ini kedepan akan memiliki arti penting secara nasional. Karena itu perlu sentuhan perubahan dari yang sudah ada dalam membarikan pelayanan yang lebih baik.

“Selain menjadi rumah sakit pendidikan juga akan menjadi laboratorium bagi fakultas kedokteran,” ujarnya.

Agenda terdekat lanjutnya adalah membangun performa rumah sakit agar reputasinya sama dengan perguruan tinggi yaitu sama-sama terus berkembang dan maju.

FK Unisma sendiri saat ini juga mengermbangkan pendidikan kedokteran yang khas dengan mengusung pengobatan herbal. Kerjasama untuk pengembangannya dilakukan dengan Beijing, China. RSI akan menjadi sarana praktik dan mengembangkan penelitian mengenai pengobatan herbal tersebut.  (www.unisma.ac.id)